Cara
Membuat Sup Telaga Warna

Sup telaga warna merupakan sebuah sup
yang terbuat dari campuran macam-macam buah. Sup ini biasanya dapat kita jumpai
di kedai-kedai pinggir jalan. Sup telaga warna sangat disukai karena rasanya
yang nikmat dan dapat menurunkan rasa haus. Di musim kemarau ini, sup telaga
warna sangat cocok untuk dinikmati karena dapat menyegarkan tubuh kita dan
menurunkan rasa haus kita di musim yang panas ini. Selain dijual di kedai-kedai
pinggir jalan, sup telaga warna juga dapat kita buat sendiri. Untuk mendapatkan
sup telaga warna yang lezat dan nikmat, berikut adalah langkah-langkah
membuatnya
1.
Siapkan alat dan bahan
Alat dan bahan yang harus dipersiapkan diantaranya :
a. Alat
·
Pendayung
air
·
Sampan
·
Dayung
tajam
b. Bahan
Ø 
Spons merah berbiji
Ø Spons hijau berbiji
Ø
Gentong bertangkai Yang
sudah dikupas
Ø Buah wakuncar
Ø
Rumah spongebob
Ø Saus manis
Ø Susu Indonesia
Ø Cairan bening
Ø Batu bening
2.
Potong dan masukkan bahan yang telah
dikupas ke dalam sampan
Setelah alat dan bahan
disiapkan,potonglah bahan yang sudah di sediakan dan sudah dikupas yaitu spons
merah berbiji, spons hijau berbiji, gentong bertangkai, buah wakuncar dan rumah
spongebob menggunakan dayung tajam hingga membentuk potongan dadu. Stelah
semuanya terpotong, masukkan potongan-potongan tersebut ke dalam sampan.
3.
Tambahkan saus manis dan cairan
bening
Setelah potongan-potongan tadi
dimasukkan ke dalam sampan, tuangkan saus manis diatas potongan-potongan
tersebut secara merata dan sesuai selera. Kemudian tambahkan cairan bening seckupnya
atau sesuai selera. Setelah itu aduk menggunakan pendayung air hingga cairan
bening dan saus manisnya tercampur merata.
4.
Sajikan sup telaga warna
Sebelum sup telaga warna disajikan,
tambahkan batu bening untuk menambah kesegaran supnya. Setelah selesai
tambahkan susu Indonesia kedalam sampan untuk mempercantik penampilan supnya
dan menambah kelezatannya. Sup telaga warna siap disajikan.
Nama Kelompok :
1. Affina
Maulida (03)
2. Isfaatun
Saniyah (17)
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.
4)
Sebagai alat kontrol sosial
Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita.
Fungsi Bahasa secara khusus
1)
Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari
Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.
2)
Mewujudkan Seni (Sastra)
Bahasa yang dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, seperti syair, puisi, prosa dll. Terkadang bahasa yang digunakan yang memiliki makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, diperlukan pemahaman yang mendalam agar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.
3)
Mempelajari bahasa kuno
Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk mengetahui asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti.
4)
Mengeksploitasi IPTEK
Dengan jiwa dan sifat keingintahuan yang dimiliki manusia, serta akal dan pikiran yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia, maka manusia akan selalu mengembangkan berbagai hal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu didokumentasikan supaya manusia lainnya juga dapat mempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Undang-
Undang Dasar RI 1945, pasal 36 ”bahasa Negara adalah bahasa Indonesia”. Sejarah bahasa Indonesia telah tumbuh dan
berkembang sekitar abad ke VII dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan. Bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga di seluruh Asia Tenggara.
Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, diumumkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk Negara Indonesia pascakemerdekaan. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya dan ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 36.
Kedudukan bahasa Indonesia
1.
Kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Adapun fungsinya adalah :
a.
Lambang kebanggaan Nasional
b.
Lambang identitas Nasional
c.
Alat pemersatu berbagai suku bangsa
d.
Alat penghubung antarbudaya dan antardaerah
2.
Kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Adapun fungsinya adalah :
a.
Bahasa resmi kenegaraan
b.
Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
c.
Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah
d.
Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Fungsi lain dari Bahasa Indonesia , dibagi menjadi dua, yaitu :
1.
Fungsi bahasa secara umum
a.
Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan
b.
Sebagai alat komunikasi
c.
Sebagai alat berinteraksi dan beradaptasi sosial
d.
Sebagai alat control sosial
2.
Fungsi bahasa secara khusus
a.
Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari
b.
Mewujudkan seni (sastra)
c.
Mempelajari bahasa kuno
d.
Mengeksploitasi IPTEK
B.
Saran
Sebagai penyusun saya merasa masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, saya mohon kritik dan saran dari pembaca.
Daftar Pustaka
Kanzunnudin, Muhammad. 2011.
Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
. Rembang: Yayasan Adhigama.
Alek dan Achmad H.P. 2010.
Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi. Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar pada saat berbicara dengan teman- teman dan menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan orang tua atau yang dihormati. Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diri dengan bangsa.
4)
Sebagai alat kontrol sosial
Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata seseorang. Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan masyarakat, contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat. Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah sebagai alat peredam rasa marah. Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif untuk meredakan rasa marah kita.
Fungsi Bahasa secara khusus
1)
Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari
Manusia adalah makhluk sosial yang tak terlepas dari hubungan komunikasi dengan makhluk sosialnya. Komunikasi yang berlangsung dapat menggunakan bahasa formal dan non formal.
2)
Mewujudkan Seni (Sastra)
Bahasa yang dapat dipakai untuk mengungkapkan perasaan melalui media seni, seperti syair, puisi, prosa dll. Terkadang bahasa yang digunakan yang memiliki makna denotasi atau makna yang tersirat. Dalam hal ini, diperlukan pemahaman yang mendalam agar bisa mengetahui makna yang ingin disampaikan.
3)
Mempelajari bahasa kuno
Dengan mempelajari bahasa kuno, akan dapat mengetahui peristiwa atau kejadian dimasa lampau. Untuk mengantisipasi kejadian yang mungkin atau dapat terjadi kembali dimasa yang akan datang, atau hanya sekedar memenuhi rasa keingintahuan tentang latar belakang dari suatu hal. Misalnya untuk mengetahui asal dari suatu budaya yang dapat ditelusuri melalui naskah kuno atau penemuan prasasti-prasasti.
4)
Mengeksploitasi IPTEK
Dengan jiwa dan sifat keingintahuan yang dimiliki manusia, serta akal dan pikiran yang sudah diberikan Tuhan kepada manusia, maka manusia akan selalu mengembangkan berbagai hal untuk mencapai kehidupan yang lebih baik. Pengetahuan yang dimiliki oleh manusia akan selalu didokumentasikan supaya manusia lainnya juga dapat mempergunakannya dan melestarikannya demi kebaikan manusia itu sendiri.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana disebutkan dalam Undang-
Undang Dasar RI 1945, pasal 36 ”bahasa Negara adalah bahasa Indonesia”. Sejarah bahasa Indonesia telah tumbuh dan
berkembang sekitar abad ke VII dari bahasa Melayu yang sejak zaman dahulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan. Bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga di seluruh Asia Tenggara.
Awal penciptaan Bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa bermula dari Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928, diumumkanlah penggunaan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk Negara Indonesia pascakemerdekaan. Secara yuridis, baru tanggal 18 Agustus 1945 bahasa Indonesia secara resmi diakui keberadaannya dan ditetapkan dalam UUD 1945 pasal 36.
Kedudukan bahasa Indonesia
1.
Kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Nasional
Adapun fungsinya adalah :
a.
Lambang kebanggaan Nasional
b.
Lambang identitas Nasional
c.
Alat pemersatu berbagai suku bangsa
d.
Alat penghubung antarbudaya dan antardaerah
2.
Kedudukan dan fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Negara
Adapun fungsinya adalah :
a.
Bahasa resmi kenegaraan
b.
Bahasa pengantar dalam dunia pendidikan
c.
Bahasa resmi untuk kepentingan perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional serta kepentingan pemerintah
d.
Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi
Fungsi lain dari Bahasa Indonesia , dibagi menjadi dua, yaitu :
1.
Fungsi bahasa secara umum
a.
Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan
b.
Sebagai alat komunikasi
c.
Sebagai alat berinteraksi dan beradaptasi sosial
d.
Sebagai alat control sosial
2.
Fungsi bahasa secara khusus
a.
Mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari
b.
Mewujudkan seni (sastra)
c.
Mempelajari bahasa kuno
d.
Mengeksploitasi IPTEK
B.
Saran
Sebagai penyusun saya merasa masih ada kekurangan dalam pembuatan makalah ini. Oleh karena itu, saya mohon kritik dan saran dari pembaca.
Daftar Pustaka
Kanzunnudin, Muhammad. 2011.
Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
. Rembang: Yayasan Adhigama.
Alek dan Achmad H.P. 2010.
Bahasa Indonesia untuk Perguruan Tinggi
. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar