Minggu, 01 November 2015



MENGENAL ANATOMI TUBUH MANUSIA
YANG ADA DI PP IPTEK
Karya Tulis
Disusun Sebagai Salah Satu Syarat Menempuh Ujian Nasional
Tahun Pelajaran 2014/2015
https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQAgKzxSTkDK7zIY-nnzeh_PMgNpdWKP_03tbVRFt6hbKH96kS8uQ
                                                          Disusun Oleh :

1.      Isfaatun Saniyah                           IX A/NIS 2827
2.      Nungky Dwi Widianto                 IX A/NIS 2831
3.      Rakhmatul Aini                             IX A/NIS 2832
4.      S.D.Y Christvando                       IX A/NIS 2836
5.      Rizala Adam Tara                         IX A/NIS 2837

                                                                 
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
(SMP) NEGERI 2 BANYUBIRU
KABUPATEN SEMARANG
2014/2015




*    HALAMAN PENGESAHAN

Karya tulis ini telah disetujui dan disahkan oleh pembimbing pada.
            hari                  :...........................
            tanggal             :...........................

Mengesahkan:

            Kepala Sekolah                                                                                    Pembimbing                            


            Sri Mulyati, S.Pd.                                                                     Budiyanti, S. Pd
NIP. 19970225 200012 2 001                                                 NIP. 196 20712 198402009








PERSEMBAHAN

Karya tulis ini kami persembahkan kepada:
1.      Ibu Sri Mulyati, selaku Kepala SMP Negri 2 Banyubiru.
2.      Ibu Budiyanti, S.Pd ,selaku pembimbing I yang membimbing pembuatan karya tulis ini.
3.      Ibu  Dra. Sri Rahayu S.Pd, selaku wali kelas IX B.
4.      Pihak pengelola objek wisata, yang telah mengizinkansekolah kami untuk mengadakan penelitian di instansi atauobjek yang beliau kelola.
5.      Bapak/ibu Guru serta Karyawan SMP N 2 Banyubiru.
6.      Teman-teman kelas IX pada khususnya dan adik- adik kelas, baik kelas VII maupun kelas VIII.
7.      Orang tua kami yang selalu mendukung usaha dan upaya kami.
8.      Semua pihak yang telah membantu memperlancar penyelesaian karya tulis ini.







 

MOTTO
Motto hidup kelompok kami adalah:
1.      Kegagalan adalah awal dari keberhasilan yang tertunda.
2.      Dimana ada kemauan, disitu pasti ada jalan.
3.      Buku adalah gudang ilmu.
4.      Tuntutlah ilmu sampai ke negeri Cina.
5.      Jangan pernah menyerah pada keadaan.
6.      Restu dari orang tua adalah yang utama.
7.      Jujur adalah kunci keberhasilan.
8.      Tak pernah sia-sia jika kita mau berusaha.











KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan karya tulis yang berjudul “Mengenal  Sejarah Anatomi Tubuh di PP IPTEK Jakarta” ini dengan baik. Sebagai wujud rasa syukur kami hanya bisa mengucapkan Alhamdulillah Hirabilalamin.
Adapun maksud dan tujuan kelompok kami menyusun karya tulis ini diantaranya adalah sebagai salah satu syarat menempuh Ujian Nasional di SMP Negeri 2 Banyubiru Tahun Pelajaran 2014/2015. Disamping sebagai salah satu tugas wajib mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk memenuhi Standar Kompetensi ketrampilan menulis ilmiah, penyusunan karya tulis ini juga memberikan pengalaman nyata lewat belajar secara langsung pada objek yang dijadikan pembelajaran sekaligus mempraktikkan teori menulis dari mata pelajaran Bahasa Indonesia.
Pada kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu menyelesaikan karya tulis ini, baik sejak perencanaan hingga karya tulis ini dapat terwujud. Adapun terima kasih ini kami sampaikan kepada :
1.      Ibu Dra. Sri Rahayu, S.Pd, selaku wali kelas IX B, yang telah memotivasi kelompok kami untuk segera menyelesaikan karya tulis ini.
2.      Pihak pengelola objek wisata, yang telah memberikan izin pada sekolah kami untuk mengadakan penelitian di objek yang beliau kelola.
3.      Kedua orang tua kami yang telah memberikan baik bekal mental dan material sehingga memperlancar penulisan karya tulis ini.
4.      Bapak \ Ibu Guru serta karyawan SMP Negeri 2 Banyubiru, yang telah mendorong dan memberikan dukungan moral kepada kami.
5.      Teman-teman kelas IX pada khususnya dan adik-adik kelas, baik kelas VII maupun kelas VIII.
6.      Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu menyelesaikan karya tulis ini.
7.      Ibu Sri Mulyati, S.Pd, selaku Kepala SMP Negeri 2 Banyubiru, yang telah memberikan izin kepada kami untuk melakukan karya wisata ke objek-objek wisata yang terdapat di Jakarta.
8.      Ibu Budiyanti, S.Pd, selaku pembimbing karya tulis dengan sabar dan bijaksana memberikan bimbingan dan arahan kepada kami dalam membuatan karya tulis ini.
Semoga amal beliau mendapat imbalan yang setimpal dari Tuhan Yang Maha kuasa
Penulis menyadari segala upaya telah penulis lakukan namun penulis yakin kekurangan dan kelemahan  masih terjadi di sana-sini. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulisan mohon dengan sangat kritik dan sran dari para pembaca yang budiman agar penulis dapat menyusun karya yang baik di waktu yang akan mendatang.


                                                            Banyubiru, Desember 2009
                                                            Penyusun





DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………...…i
HALAMAN PENGESAHAN……………………………………………………………ii
HALAMAN PERSEMBAHAN…………………………………………………………iii
HALAMAN MOTTO………………………………………………………………….…iv
KATA PENGANTAR………………..……………………………………………….….v
DAFTAR ISI……………………………………….…………………………................vii

BAB I             : PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah………………………………………………….……...……...1
B.     Rumusan Masalah…………………………...…………………….…..………….…......3
C.     Tujuan Penelitian………………………..…………….………..……….……................3
D.    Manfaat Penelitian ……………………………...………….…...….….……….……….4
E.     Lokasidan Waktu Penelitian……………………………….....…..……………….…….5
F.      Metodologi Penelitian…………………………..……………...…..…………….……..5
G.    Sistematika Penelitian…………………………….……………....……………….……6
BAB II                        : HASIL PENELITIAN..............................................................................7
BAB III          : PENUTUP
A.    Simpulan.......................................................................................................................30
B.     Penutup.........................................................................................................................30
DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN-LAMPIRAN


BAB II
HASIL PENELITIAN

A.    Sejarah Perkembangan Anatomi Tubuh Manusia

1.      Anatomi Kuno
Masa ini dimulai setidaknya pada permulaan tahun 1600 SM, saat dikeluarkannya papirusAnatomi oleh ilmuwan peradaban Mesir Kuno. Pada saat itu telah dapat dikenali beberapa organ Anatomi dan pengetahuan dasar akan pembuluh darah.
Hippokrates adalah ilmuwan kedokteran Yunani Kuno yang karyanya masih diakui hingga sekarang. Ia adalah seorang dokter  pada akhir abad ke-6 SM atau awal abad ke-5 SM. Hippokrates telah dapat memahami ilmu dasar mengenai Sistem rangka dan Otot, dan awal pemahaman lebih dalam akan kerja organ seperti ginjal. Namun, banyak karya lainnya yang didasarkan pada spekulasi bukan pada penelitian keilmuan.
Pada abad ke-4 SM, Aristoteles memulai penelitian yang lebih baik mengenai sistem tubuh melalui pembedahan tubuh hewan. Ia berhasil membedakan pembuluh balik (vena) dengan pembuluh nadi (arteri) dan hubungan organ-organ yang lebih akuratPenggunaan tubuh mati manusia atau mayat untuk penelitian ilmu anatomi dimulai pada abad ke-4 SM, saat Herophilos dan Erasistratus mempertunjukkan.

pembedahan mayat di Iskandariyah di bawah bantuan Dinasti Ptolemais. Herophilos adalah orang yang pertama kali mengembangkan ilmu anatomi berdasarkan struktur asli tubuh manusia.
Ilmuwan yang cukup penting dalam masa anatomi kuno adalah Galen (abad ke-2 M). Ia banyak mengumpulkan ilmu-ilmunya dari ilmuwan terdahulu dan banyak memahami fungsi organ dengan melakukan pembedahan hidup-hidup pada hewan. Banyak koleksi gambar anatominya berdasarkan anatomi anjing, dan dianggap sebagai “Gray’s Anatomy” pada dunia kuno selama 1500 tahun. Karya-karya aslinya banyak yang hilang, dan kebanyakan hanya diketahui oleh Dokter  pada masa Renaisans. Oleh karena larangan Agama untuk pembedahan manusia hidup-hidup, Galen menganggap struktur anatomi manusia serupa dengan anatomi Anjing.

2.      Zaman Pertengahan Hingga Awal Anatomi Modern
Kemajuan kecil pada ilmu anatomi terjadi setelah kejatuhanKekaisaran Romawi. Ilmuwan Bangsa Arab banyak memberi kemajuan bagi ilmu lainnya, tetapi tidak dengan ilmu anatomi karena berbagai larangan dan tabu.
Setelah masa Galen, terjadi perkembangan anatomi di Bologna pada abad ke-14 hingga abad ke-16. Para imuwan mempelajari lebih lanjut hal-hal yang mereka bisa temukan pada mayat. Akhirnya, mereka dapat memahami lebih baik lagi mengenai fungsi organ tubuh. Ahli anatomi yang cukup berperan pada masa ini adalah Mondino de Liuzzi dan Alessandro Acillini

Pada abad ke-16, Vesalius menerbitkan gambar-gambar anatominya dari hasil perjalanan Leuven hingga Padua dengan cara membedah korban eksekusi gantung. Ia berhasil menunjukkan perbedaan besar mengenai gambaran anatomis tubuh manusia dengan anjing (Gambaran Galen).
Ilmuwan pada abad ke-16 dan 17, berhasil memahami mengenai sistem sirkulasi, penemuan katup pada pembuluh balik, aliran darah dari ventrikel jantung kiri ke kanan, dan vena hepatika yang diidentifikasi berbeda dengan sistem sirkulasi lainnya. Begitu pula dengan penemuan sistem limfatik.

3.      Anatomi abad ke-17 dan 18
Ilmu anatomi berjaya pada abad ke-17 dan 18. Dengan hadirnya perusahaan pencetakan, pertukaran ide dan pendapat dapat dengan mudahnya dilakukan di seluruh Eropa. Sejak ilmu anatomi berkonsentrasi pada penelitian dan penggambaran, ketenaran ahli anatomi pasti sebanding dengan mutu kemampuan menggambarnya, daripada kemampuan bahasa latin.
Banyak seniman ternama yang turut mempelajari anatomi, melakukan pembedahan, dan menerbitkan gambarnya untuk uang, dari Michaelangelo hingga Rembrant. Untuk pertama kalinya,  Universitas terkemuka membuka jurusan anatomi melalui penggambaran. Namun, hambatan kadang kali datang dari kalangan Gereja.
Walaupun masa ini adalah masa panen bagi ilmuwan, namun dapat berbahaya, seperti yang dialami oleh Galileo Galilei. Beberapa ilmuwan takut untuk bergerak seperti Descartes. Walaupun semua dokter setuju bahwa ilmu anatomi akan mendukung perkembangan ilmu kedokteran, hanya ahli anatomi tertentu dan berijin saja yang boleh melakukan pembedahan. Pembedahan biasanya didukung oleh dewan kota dan selalu mematok pemungutan biaya. Banyak kota-kota di Eropa seperti Amsterdam, London, Kopenhagen, Padua, dan Paris memiliki ahli anatomi kerajaan yang terikat dengan pemerintah setempat. Walaupun pembedahan sangat sulit dilakukan, tetapi menghadiri pembedahan adalah hal yang legal. Hal ini membuat banyak mahasiswa anatomi mengembara berkeliling Eropa.
Banyak masyarakat Eropa, yang tertarik akan ilmu anatomi, menuntut ilmu ke Italia sebagai pusat pendidikan ilmu anatomi. Hanya di Italia beberapa penelitian penting dilakukan seperti pembedahan pada tubuh wanita.
Realdo Colombo dan Gabriele Fallopio adalah murid dari Vesalius (ahli anatomi abad ke-16). Colombo, yang akhirnya menjadi Profesor di Roma, banyak melakukan perkembangan pada anatomi tulang, memperbaiki fakta mengenai bentuk dan ruangan jantung, pembuluh nadi paru-paru, aorta dan katup-katupnya, penggambaran baru tentang otak dan pembuluhnya, pembetulan mengenai pemahaman bagian dalam telinga, dan mengenai ruangan pada laring.

4.      Anatomi abad ke-19
Pada abad ke-19, banyak ilmuwan yang memberikan gambaran anatomi lebih mendalam dibandingkan abad sebelumnya. Selain itu, dikembangkan pula ilmu mengenai anatomi mikro yaitu Histologi pada manusia dan hewan. Penelitian anatomi berkembang dimana-mana dengan Inggris sebagai pusatnya.
Permintaan akan mayat semakin meningkat. Untuk itu berbagai cara dilakukan, bahkan pembunuhan. Melihat perkembangan yang tidak baik ini, parlemen Inggris mengeluarkan Undang-undang Anatomi 1832, yang memberikan batas-batas hukum untuk penyediaan jenazah. Pembatasan ini membuat dimulainya pengerjaan sebuah buku teks ilmu anatomi yang akhirnya terkenal, Gray’s Anatomy.
5.      Anatomi Modern
Penelitian anatomi pada ratusan tahun lalu banyak membantu perkembangan pemahaman pada ilmu-ilmu baru seperti Biologi molekuler. Berbagai perkembangan juga terjadi pada alat-alat canggih untuk memahami tubuh manusia (terutama tubuh hidup), yakni melalui alat MRI dan pemindaian CAT.

B.     Peraturan Anatomi Tubuh Manusia di Indonesia

Pemerintah Indonesia  mengeluarkan Peraturan Pemerintah Tentang Bedah Mayat Klinis dan Bedah Mayat Anatomis serta Transplantasi Alat dan atau JaringanTubuhManusia pada tahun 1918. Hal ini dilakukan untuk menjaga dan menghormati jenazah sebagai peninggalan manusia.
Bedah mayat klinis yang dimaksud adalah tindakan Otopsi yang dilakukan untuk mengetahui sebab kematian pasien atau dalam kasus kriminal, dan memperoleh pengetahuan yang dianggap perlu. Bedah mayat anatomis adalah bedah mayat dalam rangka pendidikan.
C.    Pengertian Manusia Secara Umum dan Para Ahli

1.      NicolausD.&A. Sudiarja
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani merupakan satu barang
2.      Abineno J.I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”

3.      Upanisads S.
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman), jiwa, pikiran, dan prana ataubadan fisik

4.      I Wayan Watra
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa

5.      Omar Muhammad Al-Toumy Al-Syaibany
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi.
6.      Erbe Sentanu
            Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan bisa dikatakan bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna dibandingkan dengan mahluk yang lain

7.      Paula J. C &Janet W. K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan berbagai kemungkinanan.
Tubuh manusia diancam proses penuaan dan penyakit. Ilmu Pengobatan adalah ilmu pengetahuan yang menelusuri metode penjagaan kesehatan tubuh.

D.    Pengertian Anatomi Tubuh Manusia
Anatomi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur tubuh manusia,berasal dari bahasa yunani “ana”yang berarti habis atau keatas dan “tomos” yang berarti memotong atau mengiris.Maksudnya anatomi adalah ilmu yang mempelajari struktur tubuh(manusia) dengan cara nenguraikan tubuh(manusia)menjadi bagian yang lebih kecil kebagian yang paling kecil,dengan cara memotong atau megiris tubuh (manusia) kemudiandiangkat,dipelajari,dandiperiksamenggunakanmikroskop.
Anatomi dibagi menjadi dua bagian yaitu
1.       Anatomi Macroscopia,dan
2.       Anatomi Microscopia.
Anatomi yang akan diajarkan untuk memperdalam atau untuk memahami ilmu  gerak adalah anatomi macroscopia yang tergolong dalam anatomi systematica yang meliputi Osteologi,arthrologi dan mmyologi,dan anatomi regionale yang meliputi Regio membri superioris (anggota gerak atas),Regio membri inferioris (anggota gerak bawah),Regio thoracalis(dada) dan Regio abdominalis(perut).
Ilmu Anatomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari kronologi masalah anatomi mulai dari kejadian pemeriksaan kurban persembahan pada masa purba hingga analisa rumit akan bagian-bagian tubuh oleh para ilmuwan modern. Dalam perkembangannya, manusia kian memahami fungsi-fungsi dan struktur tubuh melalui ilmu anatomi.Metode pemeriksaan selalu berkembang, dari pemeriksaan tubuh hewan, pembedahan mayat, sampai ke teknik-teknik kompleks yang dikembangkan pada satu abad terakhir.
Masa ini dimulai setidaknya pada permulaan tahun 1600 SM, saat dikeluarkannya papirus ilmu anatomi oleh ilmuwan peradaban Mesir kuno. Pada saat itu telah dapat dikenali beberapa organ dan pengetahuan dasar akan pembuluh darah.
Hippokrates adalah ilmuwan kedokteran Yunani kuno yang karyanya masih diakui hingga sekarang.Ia adalah seorang dokter pada akhir abad ke-6 SM atau awal abad ke-5 SM. Hippokrates telah dapat memahami ilmu dasar mengenai sistem rangka dan otot, dan awal pemahaman lebih dalam akan kerja organ seperti ginjal. Namun, banyak karya lainnya yang didasarkan pada spekulasi bukan pada penelitian keilmuan.
Pada abad ke-4 SM, Aristoteles memulai penelitian yang lebih baik mengenai sistem tubuh melalui pembedahan tubuh hewan.Ia berhasil membedakan pembuluh balik (vena) dengan pembuluh nadi (arteri) dan hubungan organ-organ yang lebih akurat
E.     Susunan Anatomi Tubuh Manusia
1. Sistem Kerangka
a. Kerangka tubuh manusia terdiri dari susunan berbagai macam tulang yang satusamalainnyasalingberhubungan, terdiridari:
1)       Tulangkepala: 8 buah
2)       Tulang kerangka dada: 25 buah
3)       Tulang wajah: 14 buah
4)       Tulang belakang dan pinggul: 26 buah
5)       Tulang telinga dalam: 6 buah
6)       Tulang lengan: 64 buah
7)       Tulang lidah: 1 buah Tulang kaki: 62 buah
b. Fungsikerangkaantara lain:
1)       menahanseluruhbagian-bagiantubuh agar tidak rubuh
2)       melindungi alat tubuh yang halus seperti otak, jantung, dan paru-paru
3)       tempat melekatnya otot-otot
4)       untuk pergerakan tubuh dengan perantaraan otot
5)       tempat pembuatan sel-sel darah terutama sel darah merah
6)       memberikanbentukpadabangunantubuhbuah
c. Gelang bahu
Adalah persendian yang menghubungkan lengan dengan badan. Pergelangan ini mempunyai mangkok sendi yang tidak sempurna oleh karena bagian belakangnya terbuka.
Gelang bahu terdiri atas tulang selangka yang melengkung berupa huruf S, dan tulang belikat yaitu sebuah tulang ceper berbentuk segi tiga.
Gelang bahu berhubungan dengan rangka batang badan hanya pada satu tempat saja.Ujung sebelah tengah tulang selangka dihubungkan dengan pinggir atas tulang dada oleh sendi dada-selangka.Ujung sebelah luar tulang selangka berhubungan dengan dengan sebuah taju tulang belikat (ujung bahu) dengan perantaraan sendi akromioklavikula.
d. Sendi lutut
Ujung bawah tulang paha mempunyai dua buah benjol sendi yang bertopang pada bidang atas tulang kering.Dengan demikian terbentuklah sebuah sendi yang dinamakan sendi lutut. Pada dinding depan sendi lutut terdapat tempurung lutut.

2.      Sistem Otot
Otot punggung sejati merupakan dua buah jurai yang amat rumit susunannya, terletak di sebelah belakang kanan dan kiri tulang belakang, mengisi ruang antara taju duri dan taju lintang. Otot-otot punggung sejati itu hampir sama sekali tertutup oleh otot-otot punggung sekunder yang sebenarnya termasuk otot-otot anggota gerak atas dan bawah. Kedua jurai otot tersebut dinamakan penegak batang badan dan amat penting artinya untuk sikap dan gerakan tulang belakang.
3. Sistem Peredaran darah
Jantung berbentuk runjung yang terbalik letaknya. Letak jantung dalam tubuh sedemikian rupa sehingga ujung runjung tersebut (ujung jantung) mengarah ke bawah, ke depan dan ke kiri. Basis jantung mengarah ke atas, ke belakang dan sedikit ke kanan.Pada basis jantung inilah berhimpun aorta, batang nadi paru-paru, batang pembuluh balik atas dan bawah beserta ke dua (atau empat pembuluh balik paru-paru).
Bagian dalam jantung terdiri atas 4 ruang: serambi kiri, bilik kiri, serambi kanan dan bilik kanan. Serambi kiri dan bilik kiri satu sama lain berhubungan, demikian juga serambi kanan dan bilik kanan. Bagian kiri jantung dipisahkan dari bagian kanan oleh sekat rongga jantung.
4. Sistem Pernapasan
Paru – paru merupakan sebuah alat tubuh yang sebagian besar terdiri dari gelembung (gelembung hawa/alveoli).Gelembung-gelembung hawa terdiri dari sel-sel epitel dan endotel.Banyaknya gelembung paru-paru kurang lebih 700.000.000 buah (paru-paru kanan dan kiri).
Paru-paru terletak pada rongga dada. Pada rongga dada tengah terletak paru-paru sedangkan pada rongga dada depan terletak jantung.
Paru-paru terdiri dari dua bagian yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri.Paru-paru kanan terbagi atas tiga belah paru (lobus) yaitu belah paru atas, belah paru tengah dan belah paru bawah.Paru-paru kiri terbagi atas dua belah paru yaitu belah paru atas dan belah paru bawah.
5. Sistem Indera
a.      Alat Penglihatan
Alat penglihatan terdiri atas bola mata, saraf penglihatan, dan alat-alat tambahanmata. Bola mata berbentuk bulat, hanya bidang depannya menyimpang dari bentuk bola sempurna karena selaput bening lebih menonjol ke depan. Ini terjadi karena bagian ini lebih melengkung dari pada bagian lain bola mata. Titik pusat bidang depan dan bidang belakang dinamakan kutub depan dan kutub            belakang. Garis penghubungnya adalah sumbu mata atau sumbu penglihat.
Bola mata dapat dibedakan dinding dan isinya.Dindingnya terdiri atas tiga lapis. Lapis luar adalah selaput keras, yang di depan beralih menjadi selaput bening. Lapis tengah dinamakan selaput koroid yang melapisi selaput keras dari dalam. Ke depan selaput koroid tidak mengikuti selaput bening. Di tempat peralihan selaput koroid dan selaput pelangi  terdapat bentuk yang lebih tebal dan dikenal sebagai badan siliar. Di tengah selaput pelangi ada lubang yang disebut manik mata.


b.      Alat Pendengaran
Alat pendengaran terdiri atas pendengar luar, pendengar tengah dan pendengar dalam. Pendengar  luar  terdiri  atas  daun  telinga  dan  liang  telinga  luar.  Daun telinga  adalah  sebuah  lipatan  kulit  yang  berupa  rangka  rawan kuping kenyal.  Bagian luar liang telinga luar berdinding rawan, bagian dalamnya mempunyai  dinding tulang.  Ke sebelah dalam liang telinga luar  dibatasi oleh selaput gendangan terhadap rongga gendangan.
Pendengar tengah terdiri atas rongga gendangan yang berhubungan dengan  tekak melalui tabung pendengar Eustachius. Dalam rongga gendangan terdapat tulang-tulangpendengar, yaitu martil, landasan dan sanggurdi.  Martil melekat  pada selaput gendangan dan dengan  sebuah  sendi kecil juga  berhubungan dengan landasan.  Landasan mengadakan hubungan dengan sanggurdi melekat pada selaput yang menutup tingkap jorong pada dinding dalam rongga gendangan.

c.       Kulit
Kulit terbagi atas kulit ari dan kulit jangat. Kulit ari terdiri atas beberapa lapis, yang teratas adalah lapis tanduk yang terdiri atas sel-sel gepeng,  sedangkan lapis  terdalam disebut lapis benih yang senantiasa membuat sel-sel epitel baru.
Kulit jangat berupa  jaringan ikat yang mengandung  pembuluh-pembuluh darah dan saraf-saraf. Tonjolan kulit jangat berupa jari ke dalam kulit ari dikenal dengan papil kulit jangat. Di dalamnya terdapat kapiler darah dan limfe serta ujung-ujung saraf dengan badan-badan perasa

6.       SistemUrinaria
a.      Ginjal
Ginjal adalahsuatu kelenjar berbentuk  seperti kacang yang terletak pada dinding belakang rongga perut setinggi ruas-ruas tulang belakang sebelah atas, ginjal kiri letaknya lebih tinggi daripada ginjal kanan.  Sisi ginjal yang menghadap  ke dalam  berbentuk  cekung.  Di sini masuk  nadi ginjal  (dari aorta) ke dalam ginjal. Nadi ini bercabang-cabang dalam jaringan ginjal.
b.   Kandung Kemih
Kandung kemih merupakan tempat berkumpulnya semua air kemih yang terpancar dari saluran ginjal. Dinding kandung kemih yang terdiri atas jaringan  otot polos  dapat   menyesuaikan  diri  terhadap   banyaknya  air kemih di dalam kandung kemih, karena dapat mengendor apabila diisi perlahan-lahan dengan air kemih.
7.       SistemEndokrin
a.   Kelenjar  Himosife
Kelenjar  himofise  adalahsuatu  kelenjarendokrin  yang terletak di dasartengkorak, di dalamfosahipofisetulangspenoid. Kelenjar himofise memegang peranan penting dalam sekresi hormon dari semua organ-organ endokrin karena hormon-hormon yang  dihasilkannya dapat mempengaruhi aktifitas kelenjar lainnya.
b.   Kelenjar  Tiroid
Kelenjar tiroid terdiri atas 2 belah yang terletak di sebelah kanan batang tenggorok diikat bersama  oleh  jaringan tiroid dan yang melintasi  batang tenggorok di sebelah depan. Kelenjar tiroid merupakan kelenjar  yang  terdapat  di dalam  leher bagian depan bawah, melekat pada dinding pangkal tenggorok.

F.     Pengertian Paru-Paru dan Jantung beserta Cara Kerja
1.      Paru-paru
Paru-paru adalah organ pada sistem pernapasan (respirasi) dan berhubungan dengan sistem peredaran darah (sirkulasi) vertebrata yang bernapas dengan udara.Fungsinya adalah menukar oksigen dari udara dengan karbon dioksida dari darah.Prosesnya disebut "pernapasan eksternal" atau bernapas.Paru-paru juga mempunyai fungsi nonrespirasi.Istilah kedokteran yang berhubungan dengan paru-paru sering mulai di pulmo-, dari kata Latin pulmones untuk paru-paru.


 Paru-paru dibagi dua:
a.      Paru-paru kanan terdiri dari tiga lobus, lobus pulmodekstra superior, lobus media, dan lobus inferior. Paru-paru kiri, terdiri dari dua lobus, pulmo sinistra lobus superior dan lobus inferior. Tiap-tiap lobus terdiri dari belahan yang lebih kecil bernama segmen.
b.      Paru-paru kiri mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dan lima buah segmen pada inferior. Paru-paru kanan mempunyai sepuluh segmen, yaitu lima buah segmen pada lobus superior, dua buah segmen pada lobus medial, dan tiga buah segmen pada lobus inferior. Tiap-tiap segmen ini masih terbagi lagi menjadi belahan-belahan yang bernama lobulus. 

Diantaralobulussatudengan yang lainnya dibatasi oleh jaringan ikat yang berisi pembuluh darah getah bening dan saraf, dalam tiap-tiap lobulus terdapat sebuah bronkeolus.Di dalam lobulus, bronkeolus ini bercabang-cabang yang disebut duktus alveolus. Tiap-tiap duktus alveolus berakhir pada alveolus yang diameternya antara 0,2 – 0,3 mm.
Letak paru-paru di rongga dada datarannya menghadap ke tengah rongga dada/kavum mediastinum.Pada bagian tengah terdapat bagian tampuk paru-paru yang disebut hilus. Pada mediastinum depan terdapat jantung. Paru-paru dibungkus oleh selaput yang bernama pleura. Pleura dibagi menjadi dua.Pleura visceral (selaput dada pembungkus),yaitu selaput paru yang langsung membungkus paru.
Pleura parietal, yaitu selaput yang melapisi rongga dada luar.
Antara kedua pleura ini terdapat ronggga (kavum) yang disebut kavum pleura. Pada keadaan normal, kavum pleura ini hampa udara, sehingga paru-paru dapat berkembang kempis dan juga terdapat sedikit cairan (eksudat) yang berguna untuk meminyaki permukaan pleura, menghindari gesekan antara paru-paru dan dinding dada sewaktu ada gerakan bernafas.
2.      Cara Kerja Paru – paru
Paru-paru berfungsi sebagai penyuplai oksigen bagi tubuh kita, dan ia bekerja secara otomatis. Ketika tubuh bekerja keras, paru-paru akan bekerja lebih cepat. Sebaliknya, ketika tubuh dalam keadaan santai, paru-paru juga bekerja       dengan            lebih    pelan.
Manusia menghirup udara untuk mendapatkan oksigen, namun tidak semua udara yang dihirup dapat digunakan oleh tubuh, karena udara tercampur dengan berbagai jenis gas.Pada waktu kita bernapas, paru-paru menarik udara dari ruang tenggorokan.Saat dihembuskan, rangka tulang rusuk tertarik ke arah dalam, dan diafragma di bawah tulang rusuk bergerak ke atas.Ketika paru-paru mengecil, udara yang ada di dalam kantung udara sedikit demi sedikit terdorong ke luar melalui batang tenggorokan.
3.      Pengertian Jantung
Jantung (bahasa Latin, cor) adalah sebuah rongga, rongga organ berotot yang memompa darah lewat pembuluh darah oleh kontraksi berirama yang berulang.Istilah kardiak berarti berhubungan denganjantung, dari kata Yunani cardia untuk jantung.Jantung adalah salah satu organ manusia yang berperan dalam sistem peredaran darah.
Bagian-bagian dari jantung :
Ukuran jantung manusia kurang lebih sebesar kepalan tangan.Jantung adalah satu otot tunggal yang terdiri dari lapisan endothelium.Jantung terletak di dalam rongga torakik, di balik tulang dada.Struktur jantung berbelok ke bawah dansedikitkearahkiri.
Jantung hampir sepenuhnya diselubungi oleh paru-paru, namun tertutup oleh selaput ganda yang bernama perikardium, yang tertempel pada diafragma.Lapisan pertama menempel sangat erat kepada jantung, sedangkan lapisan luarnya lebih longgar dan berair, untuk menghindari gesekan antar organ dalam tubuh yang terjadi karena gerakan memompa konstan
           jantung.
Jantung dijaga di tempatnya oleh pembuluh-pembuluh darah yang meliputi daerah jantung yang merata/datar, seperti di dasar dan di samping.Dua garis pembelah (terbentuk dari otot) pada lapisan luar jantung menunjukkan di mana dinding pemisah di antara serambi & bilik jantung.
4.      Cara Kerja Jantung
Pada saat berdenyut setiap ruang jantung mengendur dan terisi darah (disebut diastol). Selanjutnya jantung berkontraksi dan memompa darah keluar dari ruang jantung (disebut sistol).Kedua serambi mengendur dan berkontraksi secara bersamaan, dan kedua bilik juga mengendur. Darah yang kehabisan oksigen dan mengandung banyak karbondioksida (darah kotor) dari seluruh tubuh mengalir melalui dua vena berbesar (vena kava) menuju ke dalam atrium kanan. Setelah atrium kanan terisi darah, ia akan mendorong darah ke dalam ventrikelkanan melaluikatuptrikuspidalis.
Darah dari ventrikel kanan akan dipompa melalui katup pulmoner ke dalam arteri pulmonalis menuju ke paru-paru. Darah akan mengalir melalui pembuluh yang sangat kecil (pembuluh kapiler) yang mengelilingi kantong udara di paru-paru, menyerap oksigen, melepaskan karbondioksida dan selanjutnya dialirkan kembali ke jantung.
Darah yang kaya akan oksigen mengalir di dalam vena pulmonalis menuju ke atrium kiri. Peredaran darah di antara bagian kanan jantung, paru-paru dan atrium kiri disebut sirkulasi pulmoner karena darah dialirkan ke paru-paru.
Darah dalam atrium kiri akan didorong menuju ventrikel kiri melalui katup bikuspidalis/mitral, yang selanjutnya akan memompa darah bersih ini melewati katup aorta masuk ke dalam aorta (arteri terbesar dalam tubuh). Darah kaya oksigen ini disirkulasikan keseluruh tubuh, kecuali paru-paru dan sebagainya
.







BAB III
PENUTUP

A.    Simpulan
1.      Contoh anatomi tubuh manusia yang ada di dalam tubuh manusia memang sangat banyak dan mempunyai kegunaan masing-masing. Itu juga yang membuat manusia semakin mengerti tentang proses, cara kerja. Contohnya cara kerja paru-paru yang berguna untuk mempompa darah dari bilik kiri dan bilik kanan. Bilik kanan disebut juga dengan  vena dan bilik kiri disebut dengan arteri. Selain itu jantung juga berbentuk runjung yang letaknya terbalik juga sebagaiorgan vital, jika manusia tidak mempunyai jantung maka manusia akan mati. Dan masih banyak lagiu organ tubuh manusia beserta kegunaannya.
2.      Hal-hal yang perlu dari contoh anatomo tubuh manusia yang ada di PP IPTEK dalam menjaga anatomi tubuh manusia.
Hal tersebut diantaranya dengan menjaga organ tubuh saat kita sakit karena kalau organ yang ada didalam tubuh kita tidak dijaga maka organ tubuh kita akan rusak. Maka dari itu kita harus mulai merawatnya dari sekarang.Pepatah mengatakan kalau sehat itu mahal harganya.
B.     Saran
1.      Dengan memerhatikan anatomi tubuh manusia kita bisa mengetahui bahwa dalam tubuh kita terdapat organ-organ yanga sangat penting. Maka dari itu kita harus menjaga agar tidak terderang penyakit
2.   Melalui adanya kegiatan karya wisata ke objek wisata tentunya berkaitan erat dengan ilmu Anatomi Tubuh Manusia. Itu akan sangata baik bagi perkembangan mental generasi muda di Indonesia. Kecintaan terhadap anatomi diharapkan akan semakin tebal .semoga kegiatan karya wisata ini bisa membuat generasi muda menjadi semakin kreatif, inovatif, serta dapat menambah wawasan dan pengalaman.



















DAFTAR PUSTAKA

Aninyarini, Atikah, dkk. 2008. Bahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas IX. Jakarta:
            Penerbit Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Anderson, Paul D. 2008. Anatomi & Fisiologi Tubuh Manusia.Jakarta : EGC.
Campbell, Neil A dkk. 2004. BIOLOGI. Jakarta: Erlangga.
Sarwana, Suyatman. 2008. IPA TERPADU IX. Jakarta: Pusat Perbukuan, Depdiknas.https://www.google.com/search?q=susunan+anatomi+tubuh&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:id:official&client=firefox-a&channel=fflbhttps://www.google.com/search?q=pengertian+manusia&ie=utf-8&oe=utf-8&aq=t&rls=org.mozilla:id:official&client=firefox-a&channel=fflb
https://ppiptek.ristek.go.id/media.php?id=328&module=detailberita















LAMPIRAN-LAMPIRAN
                                    
Jantung                                              Paru-paru                              Bola Mata

                                 
Telinga                                                           Kulit                                        Rongga Mulut

                                 
Lambung                                                       Otak                            Sumsum Belakang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar